Beritacom – Ciputat Timur – Pelatihan membangun narasi positif dalam menangkal hoaks dan hasutan kebencian ini sangat penting. Oleh karenanya, Wali Kota Benyamin meminta semua pihak terus melakukan kolaborasi dan sinergi untuk memberikan ilmu tentang bagaimana menangkal berita hoaks yang ada.

“Pelatihan ini jadi penting buat kita untuk terus kolaborasi dan sinergi dalam sama-sama melawan hoaks,” ucap Benyamin, saat membuka Lokalatih Membangun Narasi Positif untuk Menangkal Hoaks di Tangsel, di Wisma Syahida Inn UIN Syarif Hidayatullah, Ciputat Timur, pada Rabu (12/07).

Baca juga  Akun TikTok "Lika-Liku NTT" Naik ke Tahap Penyidikan, Gubernur Melki: Stop Sebar Hoaks!

Menurutnya, berita hoaks memberikan dampak buruk terhadap perilaku seseorang. Ditambah dengan hadirnya teknologi infomasi dan komunikasi terutama media sosial yang terus berkembang di masyarakat.

“Tanpa kolaborasi, kita tidak akan bisa menangkal hoaks yang semakin beredar di media sosial. Hoaks yang diserap dari media sosial bisa memicu tindakan kekerasan pada perilaku individu,” ungkapnya.

Ia mengatakan bahwa sudah banyak contoh yang disebabkan oleh berita hoaks di media sosial. Dimana, sebagian informasi yang diserap oleh masyarakat belum sepenuhnya benar. Sehingga, hoaks ini dapat memecah belah opini sehingga terjadinya kontroversi.

Baca juga  Menuju Apartemen yang Lebih Tertib dan Nyaman, Loftvilles City Sosialisasikan Pembentukan PPPSRS

“Hoaks ini mudah memprovokasi kita, sangat berpotensi menimbulkan rawan perpecahan,” kata Benyamin.

Harapannya dengan adanya pelatihan ini dapat memberikan ilmu penting untuk masyarakat dalam berhati-hati saat berselancar di dunia maya. Tak hanya itu, ia juga ingin pelatihan ini terus dikembangkan dalam memberi ilmu dalam menangani berita hoaks.

“Kita perlu hati-hati kalo di media sosial. Dengan pelatihan ini banyak ngasih tau tentang kendalikan Hoaks. Saya harap kita kerja sama dalam mendorong kegiatan ini lebih banyak lagi, di lingkungan sekolah, kelurahan, dan sebagainya,” tuturnya.

Baca juga  Melki Laka Lena Ultimatum Pejabat NTT: Tak Capai Target PAD, Siap-Siap Dicopot!

“Kita sama-sama kerja sama terus, supaya 50 peserta ini harapannya menjadi 100, 200, 1000 orang yang dapat melawan berita hoaks dan narasi negatif,” katanya.

Apalagi Indonesia sebentar lagi akan menyelenggarakan Pemilihan Umum 2024 serentak yang nantinya diikuti Pilkada dan pemilihan legislatif. (Ranti)