BERITACOM – Benteng Jawa Dampek- Kesabaran warga Manggarai Timur tampaknya sudah mencapai batas. Bertahun-tahun menunggu perbaikan tanpa kepastian, masyarakat akhirnya turun tangan sendiri memperbaiki ruas Jalan Provinsi Benteng Jawa Dampek yang rusak parah.
Sejak pagi hari, puluhan warga bergotong royong menimbun lubang dan meratakan badan jalan menggunakan peralatan seadanya. Di bawah terik matahari, mereka bekerja tanpa upah demi menjaga akses transportasi yang menjadi urat nadi kehidupan masyarakat setempat.
Aksi tersebut bukan sekadar kerja bakti biasa. Bagi warga, kegiatan itu merupakan bentuk keprihatinan sekaligus sindiran keras kepada pemerintah yang dinilai lamban menangani kerusakan jalan.
“Kitong kerja pakai tenaga sendiri, gratis. Yang kitong minta cuma bantuan material, minimal 2 ton sekam padi supaya timbunan tidak cepat rusak saat hujan. Masa itu saja susah?” ujar Yohanes, salah satu warga Benteng Jawa Dampek.
Menurut warga, jalan tersebut merupakan satu-satunya akses penghubung antar kampung yang digunakan setiap hari oleh pelajar, petani, pedagang hingga kendaraan darurat.
Kondisi jalan yang berlubang dan berlumpur saat musim hujan sering menyebabkan kecelakaan dan menghambat aktivitas ekonomi masyarakat.
Warga menilai kerusakan jalan yang berstatus jalan provinsi itu seharusnya menjadi perhatian serius pemerintah, khususnya instansi terkait yang memiliki kewenangan dalam pemeliharaan infrastruktur.
“Kalau jalan rusak terus, hasil kebun susah keluar, anak sekolah rawan jatuh, bahkan ambulans takut lewat. Yang dirugikan rakyat kecil,” kata warga lainnya.
Masyarakat saat ini hanya meminta bantuan material berupa sekam padi sebagai campuran timbunan agar pekerjaan yang mereka lakukan tidak sia-sia ketika musim hujan tiba. Mereka berharap Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur maupun Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur segera merespons kebutuhan tersebut.
Bagi warga, aksi gotong royong yang dilakukan hari ini bukanlah simbol keberhasilan pembangunan, melainkan bukti bahwa masyarakat terpaksa mengambil alih pekerjaan yang seharusnya menjadi tanggung jawab pemerintah.
“Kitong mulai dari kitong sendiri karena tidak bisa menunggu terus. Tapi pemerintah jangan diam. Kalau kebutuhan sederhana seperti ini saja tidak dibantu, lalu di mana keberpihakan kepada rakyat?” tegas Yohanes.
Hingga berita ini diturunkan, warga masih melanjutkan pekerjaan perbaikan jalan secara swadaya sambil menunggu perhatian dan tindak lanjut dari pihak terkait.
Laporan: Afrianus Cundul





Tinggalkan Balasan