Beritacom – Tasikmalaya – Sebanyak 145 anak anak PAUD- IT Ihya Assunah hadir dalam acara Haflah Akhirussanah Tahun Pelajaran 2022-2023, yang bertempat di Gedung Graha Asia Plaza Kota Tasikmalaya. Sabtu (17/06/2023).

Kepala Sekolah PAUD IT Ihya Assunnah Tasikmalaya Ummu Fida’ Yulyawati, M.Pd mengatakan ini merupakan rangkaian alkhir tahun yang paling akhir, karena bagaimana yang sudah sudah terlaksana sebelumnya rangkaian kegiatan akhir tahun itu ada pameran dan bazar, bakti sosial dan yang terakhir itu adalah Haflah Akhirussanah , yang kami laksanakan di Gedung Graha Asia Plaza, kalau siswa semuanya 275 anak, dan yang lulus yang naik ke SD saja kita ada 145, ini merupakan unjuk keberaniannya mereka, karena anak anak kita juga yang tampil nanti itu di mulai dengan usia 5 Tahun, karena dalam usia bayi mereka tidak main panggung karena mereka harus di gendong makanya repot, sehingga yang kita ikut sertakan di sini di mulai dari TAAM kecil 2 Tahun, ini merupakan ajang unjuk keberaniannya anak anak menampilkan atau mempresentasikan apa yang sudah di pelajari oleh mereka selama 1 tahun,” ujar Ummu Fida.

Ummu fida’ menambahkan sehingga kegiatan di sini anak anak tidak bernyanyi, menari, tidak pakai musik, jadi emang fokus pada kegiatan yang sehari kami lakukan bersama dengan anak anak saja yang ditampilkan, kalau untuk polanya sendiri, kita kegiatan anak anak cukup panjang di sekolah dimulai pagi sampai siang, yang kita bangun mereka itu adalah pembiasaan pembangunan karakter karena memang kami mempunyai 20 pilar karakter yang di bangun di anak anak, itu semuanya harus terlaksana dan kita sajikan di semua kegiatan di 20 tersebut,” tandasnya.

Lanjut Ummu Fida’, kebiasaan kebiasaan baik, kebiasaan positif, kebiasaan kehidupan sesuai dengan tuntunan Rasululloh SAW, yang ke 20 karakter pun tidak hanya ke anak anak, supaya kami bisa sejalan dengan orang tua, kita latihkan juga ke orang tua jadi kita ada program pelatihan juga untuk orang tua, jadi setiap orang tua itu wajib mengikuti pelatihan dan salah satu level itu tentang pendidikan karakter, sehingga yang sudah di biasakan oleh guru guru di sekolah itu bisa dilanjutkan kembali di rumah , bukan diruntuhkan sehingga pembangunan tersebut itu bisa saling berkerjasama, berkolaborasi dan memang menjadi konsisten di anak anak,” pungkas Ummu Fida. (Sunil Pratama)