BERITACOM.com || Karawang – Pemerintah Desa Wadas, Kecamatan Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang, melaksanakan kegiatan normalisasi Kali Pintu Air dan Kali Malang sebagai bagian dari program Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Desa Wadas, H. Junaedi, sebagai upaya penanggulangan banjir serta peningkatan fungsi saluran air di wilayah desa.
Normalisasi Kali Pintu Air dilakukan di Dusun Wadas, meliputi wilayah RT 03 dan RT 04 RW 04. Kegiatan ini bertujuan untuk memperlancar aliran air yang selama ini kerap mengalami pendangkalan dan penyumbatan, terutama saat musim hujan.
Selain itu, normalisasi juga menyasar Kali Malang, yang memiliki peran strategis karena melintasi empat desa di dua kecamatan. Di Kecamatan Telukjambe Timur, normalisasi meliputi Desa Wadas, Sukamakmur, dan Purwadana, sedangkan di Kecamatan Telukjambe Barat mencakup Desa Margakaya.

Kepala Desa Wadas, H. Junaedi, menyampaikan bahwa kegiatan normalisasi ini merupakan bentuk sinergi pemerintah desa dengan program Gubernur Jawa Barat dalam menjaga infrastruktur sumber daya air serta mencegah potensi bencana banjir.
“Normalisasi ini sangat penting untuk menjaga kelancaran aliran air, khususnya di musim hujan. Kami mendukung penuh program Gubernur Jawa Barat karena manfaatnya langsung dirasakan oleh masyarakat,” ujar H. Junaedi, Rabu (7/1/2026).
Ia menjelaskan, kondisi kali yang dangkal dan dipenuhi sedimentasi selama ini menjadi salah satu penyebab terjadinya genangan air di permukiman warga maupun area persawahan. Dengan adanya normalisasi, diharapkan daya tampung serta aliran air kembali optimal.
H. Junaedi juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan, terutama dengan tidak membuang sampah ke aliran sungai.
“Kami berharap masyarakat bersama-sama menjaga hasil pembangunan ini. Normalisasi akan sia-sia jika tidak dibarengi kesadaran bersama untuk merawat lingkungan,” tegasnya.
Pemerintah Desa Wadas optimistis, kegiatan normalisasi Kali Pintu Air dan Kali Malang ini tidak hanya mampu meminimalisir risiko banjir, tetapi juga mendukung ketahanan lingkungan, sektor pertanian, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat di wilayah Telukjambe Timur dan Telukjambe Barat.
(Tata)





Tinggalkan Balasan