Beritacom, Jakarta — Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke 81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Mujahadah Nisfussanah dan Tabligh Akbar membawa pesan tentang keselamatan, keberkahan, persatuan, serta keutuhan bangsa.
Kegiatan tersebut berkaitan dengan Kelompok Khusus Organisasi Yayasan Perjuangan Wahidiyah dan Pondok Pesantren Kedunglo dalam rangka Mujahadah Nisfussanah di wilayah hukum Polda Metro Jaya.
Dengan Mujahadah, Doa, dan Persaudaraan, Kita Rawat Kemerdekaan, Perkokoh Persatuan, dan Wujudkan Indonesia yang Aman, Damai, Berkah, dan Bermartabat. (09/08/29/026)
Pesan tersebut menjadi landasan kegiatan yang menempatkan peringatan kemerdekaan bukan hanya sebagai agenda seremonial, tetapi juga sebagai kesempatan untuk melakukan perenungan dan memperkuat kepedulian terhadap kehidupan bangsa.
Kemerdekaan Republik Indonesia dipandang sebagai anugerah besar yang harus disyukuri. Perjalanan menuju kemerdekaan tidak terlepas dari pengorbanan para pahlawan yang mencurahkan jiwa, raga, harta, pikiran, dan air mata.
Warisan perjuangan tersebut membawa tanggung jawab bagi seluruh anak bangsa. Kemerdekaan perlu dijaga, dirawat, dan diisi melalui pembangunan lahir dan batin agar kehidupan masyarakat semakin aman, tenteram, adil, makmur, dan bermartabat.
Yayasan Perjuangan Wahidiyah dan Pondok Pesantren Kedunglo menyelenggarakan Mujahadah Nisfussanah dan Tabligh Akbar sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT ke 81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Doa bersama diarahkan untuk memohon kepada Allah SWT agar Indonesia senantiasa memperoleh perlindungan, keselamatan, kedamaian, persatuan, dan keberkahan.
Kegiatan tersebut juga membawa refleksi bahwa kemajuan bangsa tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik, ekonomi, teknologi, maupun kekuatan pertahanan.
Kekuatan moral, spiritual, akhlak, persaudaraan, dan ketakwaan dinilai turut menjadi fondasi penting dalam membangun kehidupan berbangsa dan bernegara.
Harapan keselamatan juga mencakup terbebasnya Indonesia dari berbagai persoalan yang dapat mengganggu ketenteraman dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Bencana, perpecahan, permusuhan, konflik, fitnah, kebencian, kekerasan, korupsi, serta penyalahgunaan kekuasaan menjadi sejumlah hal yang diharapkan dapat dijauhkan dari kehidupan bangsa.
Di sisi lain, persatuan menjadi perhatian utama dalam pesan yang dibawa melalui kegiatan tersebut. Keberagaman Indonesia merupakan kekuatan yang perlu dirawat dengan sikap saling menghormati dan menjaga.
Persatuan tidak berarti menghapus perbedaan. Masyarakat justru diharapkan mampu hidup berdampingan dengan saling menghargai, membantu, dan mengedepankan persaudaraan.
Semangat Bhinneka Tunggal Ika juga perlu terus diwujudkan dalam kehidupan sehari hari. Perbedaan pilihan, pandangan, kepentingan, maupun pendapat tidak semestinya berubah menjadi permusuhan.
Budaya dialog dan tabayun menjadi penting untuk mencegah kesalahpahaman. Terlebih di era digital, informasi dapat menyebar dengan cepat sebelum kebenarannya diketahui.
Masyarakat diingatkan agar tidak mudah mempercayai atau menyebarkan berita bohong, fitnah, provokasi, ujaran kebencian, dan informasi yang belum jelas sumber maupun kebenarannya.
Media sosial diharapkan justru menjadi ruang untuk menyebarkan ilmu, kebaikan, kedamaian, persaudaraan, serta semangat membangun Indonesia.
Mujahadah Nisfussanah dalam rangka HUT ke 81 Kemerdekaan Republik Indonesia akhirnya membawa pesan bahwa merawat kemerdekaan membutuhkan lebih dari sekadar mengenang sejarah.
Doa, persaudaraan, kepedulian, dan persatuan menjadi bagian dari upaya bersama untuk menjaga kehidupan bangsa.
Momentum tersebut diharapkan memperkuat semangat masyarakat untuk terus menjaga Indonesia agar tetap aman, damai, berkah, dan bermartabat serta mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. (Red)





Tinggalkan Balasan