BERITACOM – JAKARTA — Ketua Umum Generasi Cinta Negeri (Gentari) Habib Umar Alhamid mempertanyakan arah perjalanan Indonesia di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Pertanyaan tersebut disampaikan Habib Umar dengan menyoroti sejumlah persoalan yang menurutnya masih menjadi perhatian publik, mulai dari politik luar negeri, penegakan hukum, pemberantasan korupsi, kondisi ekonomi, hingga dinamika politik nasional menjelang Pemilu 2029.
Habib Umar menilai berbagai persoalan tersebut turut memunculkan kecemasan dan ketidakpastian di tengah masyarakat.
“Serba-serbi serbu yang dilakukan oleh Prabowo. Sehingga Indonesia mengalami keadaan dan kondisi yang sangat memprihatinkan,” ujar Habib Umar Alhamid dalam keterangannya, Senin (21/9/2026).
Ia juga mempertanyakan arah politik luar negeri Indonesia di tengah perkembangan geopolitik global. Menurutnya, prinsip politik luar negeri bebas aktif yang selama ini menjadi pijakan Indonesia perlu terus menjadi perhatian dalam menentukan sikap negara.
Selain itu, Habib Umar menyoroti persoalan penegakan hukum dan pemberantasan korupsi. Ia mengatakan pemberitaan mengenai kasus korupsi dan persoalan hukum masih menimbulkan keresahan di masyarakat.
“Hukum sedang bergoyang, korupsi terus merajalela tak menentu,” katanya.
Di sektor ekonomi, Habib Umar berharap kebijakan pemerintah mampu memberikan dampak nyata terhadap kehidupan masyarakat. Ia juga menyinggung perubahan atau pergantian pejabat di bidang ekonomi dan berharap menteri yang baru dapat membawa perbaikan.
“Semoga pergantian menkeu ekonomi akan lebih baik. Kita tunggu perjalanan menteri yang baru,” ujarnya.
Habib Umar kemudian menyoroti dinamika politik nasional menjelang Pemilu 2029. Menurutnya, konfigurasi partai politik dan kemungkinan arah koalisi mulai menjadi perhatian, meskipun peta politik ke depan masih dapat berubah.
Ia juga menilai demokrasi menghadapi tantangan ketika kepentingan politik dan proses negosiasi antarkekuatan politik semakin menguat.
“Bagaimana melangkahkan kaki untuk menuju 2029? Sementara rakyatnya cemas, bingung, gelisah, dan terus menanti perubahan dan keadilan yang mensejahterakan,” katanya.
Habib Umar turut menyinggung berbagai persoalan dan bencana yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia.
“Rongrongan datang silih berganti dari timur ke barat. Adu domba terus ramai. Musibah dan bencana tak berhenti, dari gunung meletus, gempa bumi, hutan terbakar sampai kapal tenggelam,” ujarnya.
Meski menyampaikan sejumlah kritik dan kekhawatiran, Habib Umar mengatakan dirinya tetap berharap pemerintahan Prabowo mampu melakukan perbaikan dan menghadirkan kebijakan yang berdampak terhadap kesejahteraan masyarakat.
Sebagai Ketua Umum Gentari, ia berharap pemerintah dapat memberikan kepastian, keadilan, serta kesejahteraan bagi masyarakat di seluruh Indonesia.
Habib Umar juga disebut pernah menyampaikan pandangan positif terhadap Presiden Prabowo. Pada 2026, ia mengatakan Prabowo terus mendorong reformasi dan tidak pernah lelah membangun Indonesia.
Karena itu, kritik yang disampaikannya kali ini lebih diarahkan pada pertanyaan mengenai kebijakan dan arah perjalanan pemerintahan ke depan.
“Namun hingga kini saya masih bingung, Indonesia saat ini akan dibawa ke mana oleh Presiden kita, Prabowo?” kata Habib Umar.
(Nn)





Tinggalkan Balasan