BERITACOM – KOTA TANGERANG — Tekanan terhadap daya dukung lingkungan di Kota Tangerang kian meningkat seiring pesatnya urbanisasi dan pertumbuhan penduduk. Indeks Kemampuan Pemanfaatan Lahan (IKPL) menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah kota telah melampaui kapasitas optimal dalam menopang aktivitas manusia, khususnya untuk kebutuhan permukiman dan lahan pangan.
Berdasarkan data terbaru, kelas IKPL rendah mendominasi wilayah Kota Tangerang. Kecamatan Pinang tercatat memiliki luasan terbesar pada kategori ini, yakni mencapai 1.737 hektare. Kondisi tersebut mengindikasikan bahwa ketersediaan lahan di wilayah tersebut tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan dasar penduduk secara berkelanjutan.
Sementara itu, kelas IKPL sangat rendah—yang mencerminkan kondisi lahan paling kritis—tercatat di Kecamatan Tangerang dengan luas mencapai 211,50 hektare. Situasi ini menandakan bahwa kebutuhan lahan di kawasan tersebut telah jauh melampaui kapasitas lingkungan, sehingga berpotensi memicu degradasi lingkungan dan penurunan produktivitas wilayah.
Secara prinsip, kemampuan pemanfaatan lahan merupakan batas optimal suatu wilayah dalam mendukung aktivitas manusia tanpa merusak keseimbangan ekosistem. Namun, di Kota Tangerang, batas tersebut dinilai telah terlampaui. Dampaknya terlihat pada terganggunya fungsi ekologis, seperti siklus hidrologi, penurunan kualitas tanah, serta melemahnya fungsi kawasan lindung.
Tidak hanya pada aspek lahan, daya dukung dan daya tampung air di Kota Tangerang juga menunjukkan kondisi yang mengkhawatirkan. Dominasi lahan terbangun berupa permukiman, bangunan, dan infrastruktur menyebabkan sebagian besar kecamatan mengalami defisit air.
Kajian tahun 2023 mencatat, dari 13 kecamatan di Kota Tangerang, hanya Kecamatan Neglasari dan Kecamatan Pinang yang masih memiliki surplus air. Sementara 11 kecamatan lainnya telah mengalami defisit akibat meningkatnya kebutuhan air domestik dan menurunnya kemampuan wilayah dalam menyerap air hujan.
Bahkan, proyeksi hingga tahun 2054 memperkirakan ketersediaan air di Kota Tangerang akan menurun drastis hingga 58,85 persen. Penurunan ini terutama dipicu oleh menyusutnya lahan terbuka hijau yang berfungsi sebagai daerah resapan air seiring laju urbanisasi yang terus berlangsung.
Menanggapi kondisi tersebut, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang terus memperkuat langkah-langkah strategis melalui berbagai program konservasi air. Kepala DLH Kota Tangerang, Wawan Fauzi, menegaskan bahwa konservasi lingkungan menjadi kunci utama dalam menjaga keberlanjutan daya dukung lahan dan ketersediaan air bagi masyarakat.
“Kondisi daya dukung lahan dan air di Kota Tangerang memang sudah berada pada titik yang harus diantisipasi secara serius. Oleh karena itu, DLH terus melakukan konservasi air melalui pembangunan kolam retensi yang dilengkapi dengan sumur injeksi, sumur resapan, serta biopori super jumbo. Ini merupakan langkah nyata untuk menjaga keseimbangan lingkungan dan menjamin ketersediaan air bersih di masa depan,” ujar Wawan.
Ia menjelaskan, kolam retensi yang dibangun dilengkapi dengan sumur injeksi berkedalaman lebih dari 30 meter hingga mencapai lapisan pasir kedua. Sistem tersebut dirancang untuk meningkatkan daya serap air hujan ke dalam tanah secara optimal sekaligus mengurangi limpasan permukaan.
Program konservasi air ini tidak hanya bertujuan untuk menjamin ketersediaan air bersih bagi seluruh makhluk hidup, tetapi juga mencegah krisis dan kelangkaan air, melindungi ekosistem dari pencemaran dan kerusakan, serta mengurangi risiko bencana hidrometeorologi seperti banjir dan kekeringan.
Saat ini, kolam retensi telah dibangun dan tersebar di sejumlah titik di Kota Tangerang, di antaranya Taman Cipulir Estate RW 08 Cipadu Jaya dengan dua kolam retensi yang masing-masing dilengkapi dua sumur injeksi, RW 08 Cimone, serta RW 03 Panunggangan Utara.
DLH Kota Tangerang menegaskan komitmennya untuk terus memperluas dan memperkuat upaya konservasi air sebagai bagian dari strategi jangka panjang dalam menghadapi tantangan perubahan tata guna lahan dan pertumbuhan kota yang semakin pesat.
(ADV/Okta)





Tinggalkan Balasan