Beritacom, – KARAWANG ||Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Melati Indah, Desa Cengkong, Kecamatan Purwasari, yang sempat mati suri, kini perlahan bangkit dan mulai bernafas kembali. Kebangkitan ini dipimpin oleh seorang tokoh perempuan, Neni Kusmiani, yang dipercaya mengelola anggaran dana desa bidang ketahanan pangan dan reguler.
Baca Juga : HUT RI ke-80, Laskar NKRI Tanamkan Jiwa Nasionalisme Lewat Lomba dan Edukasi Kebangsaan
Namun, di tengah upaya membangkitkan roda perekonomian desa, muncul isu miring yang menuding pengelolaan BUMDes tidak transparan. Menanggapi hal tersebut, Neni bersama jajaran pengurus langsung angkat bicara.
Baca Juga : Kemeriahan HUT RI Ke 80 Bersama Warga RT 006 RW 011 Pondok Pinang
“Alhamdulillah kami beserta para pengurus telah dipercaya menjalankan amanah ini. Semua program ketahanan pangan maupun reguler kami jalankan secara akuntabel dan transparan, serta dalam pengawasan Pemdes, BPD, dan pengawas BUMDes. Bahkan, kami sudah menerima kunjungan tenaga ahli dari Kabupaten dan UPTD Pertanian yang memberikan apresiasi, menyebut program ini bagian dari inovasi. Jadi, kalau ada isu kami tidak transparan, itu tidak benar,” tegas Neni, Minggu (17/8/2025).
Baca Juga : Bhabinkamtibmas Pagedangan Lakukan Cooling System di Kantor Desa
Ia menambahkan, keterbukaan tetap dijalankan sesuai mekanisme dan kode etik. “Kami siap memberikan informasi kepada pihak berwenang secara kelembagaan. Harapannya, masyarakat jangan mudah tergiring isu miring, agar kami bisa lebih fokus menjalankan amanah,” lanjutnya.
Baca Juga : Bhabinkamtibmas Lengkong Karya Sambangi Warga, Pastikan Perayaan HUT RI Aman dan Lancar
Saat ini, BUMDes Melati Indah tengah mengembangkan program budidaya ikan dan penggemukan unggas untuk memperkuat ketahanan pangan serta mendorong perekonomian masyarakat Desa Cengkong.
(Tata)





Tinggalkan Balasan