Beritacom, Tangerang – Dalam rangka pengamanan peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) Tahun 2026, jajaran kepolisian melaksanakan kegiatan monitoring dan pelayanan terhadap keberangkatan serta lintasan massa buruh yang akan mengikuti rangkaian acara May Day Fiesta di Monas, Jakarta.
Kegiatan dimulai sejak pukul 05.00 WIB dengan fokus pengamanan di titik-titik kumpul dan jalur lintasan, khususnya di wilayah hukum Polsek Curug yang menjadi salah satu akses utama menuju Gerbang Tol Bitung. Pelaksanaan kegiatan berlangsung pada Jumat, 1 Mei 2026.
Dari wilayah hukum Polsek Curug, tercatat sejumlah kelompok serikat pekerja dan organisasi masyarakat berangkat menuju Jakarta dengan pengawalan dan pemantauan petugas. Di antaranya KSPSI ADR Grup dengan sekitar 250 peserta menggunakan 4 bus, FSPMI PT Permata Offset sekitar 100 peserta dengan 2 bus, SPSI AGN kawasan Manis sebanyak 100 peserta dengan 2 bus, serta massa PAC Gerindra Curug dengan jumlah terbesar sekitar 700 orang menggunakan 15 bus. Seluruh massa diberangkatkan dari titik kumpul masing-masing dengan rute yang telah ditentukan menuju Tol Dalam Kota hingga Monas Jakarta.
Selain itu, arus massa buruh dari wilayah Kabupaten Tangerang juga terpantau melintasi Gerbang Tol Bitung, di antaranya DPC SPN Kabupaten Tangerang sebanyak 300 orang dengan 5 bus, KSPSI AGN Kabupaten Tangerang sekitar 540 orang dengan 9 bus, KSPSI Jumhur Hidayat PT Torabika sebanyak 240 orang dengan 4 bus, serta kelompok lainnya dengan total ratusan peserta.
Tidak hanya itu, massa dari wilayah Polres Metro Tangerang Kota juga melintas, termasuk FSPMI Tangerang Raya sekitar 205 orang, SPN Tangerang Kota sekitar 120 orang, serta rombongan terbesar dari KSPSI Jumhur Hidayat Tangerang Kota dengan estimasi mencapai 5.450 orang menggunakan lebih dari 100 armada bus.
Kapolsek Curug menyampaikan bahwa kegiatan monitoring dan pelayanan ini merupakan bentuk kehadiran Polri dalam menjamin keamanan dan kelancaran kegiatan masyarakat, khususnya pada momentum May Day.
“Kami memastikan seluruh proses keberangkatan dan pergerakan massa buruh berjalan aman, tertib, dan lancar. Pengawalan serta pengaturan lalu lintas dilakukan secara maksimal guna menghindari kemacetan dan potensi gangguan kamtibmas,” ujarnya.
Hingga seluruh massa melintas, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif, serta arus lalu lintas tetap terkendali. (Adit)





Tinggalkan Balasan