Beritacom – Jombang – Jatim – Diduga program Pemkab berkarakter dan berdaya saing (berkadang) khususnya tentang Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dan Pembuatan bilik mandi cuci kakus (MCK) perlu dikaji ulang, karena pelaksanaannya tidak sesuai dengan tujuan dari program berkadang sendiri yaitu membantu desa melalui mekanisme bantuan keuangan, yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat dengan bentuk pembangunan fisik/belanja fisik dan non fisik, yang berdasar pada Peraturan Bupati Kabupaten Jombang Nomer I Tahun 2021.

Untuk sementara hasil pantauan media, dipastikan pembangunan MCK dibeberapa desa tidak berjalan sesuai harapan warga.

Desa dimaksud antara lain : Desa Kabuh, Desa Ngogri, Dusun Purwodadi, Desa Janti, Desa Tugusumberjo. Kelompok Penerima Manfaat (KPM) didesa tersebut merasa tidak puas dengan saluran dana yang telah dialokasikan Pemkab.

Untuk sementara ini para KPM hanya mendapatkan bantuan material yang jika dikalkulasi tidak mencapai nominal Lima Juta Rupiah seperti yang dijanjikan saat sosialisasi tahun lalu.

Pada lain kesempatan, Solehudin, Kepala Kantor Kecamatan Peterongan, mengaku telah menyikapi laporan media dengan menegur langsung kades dimaksud, kemudian disaat media ingin melakukan konfirmasi lanjutan atau klarifikasinya, seakan -akan media di BOLA oleh oknum perangkat desa tujuan.

Menurut pengamatan warga, bahan material yang diterima hanya 3 zak semen, koral seharga 150 ribu rupiah, pasir, kloset, 6 lonjor besi dan 500 pcs batu bata. Jika dihitung berdasar harga satuan pekerja kabupaten (HSPK) total belanja sekitar 1,5 juta rupiah saja.

Kami mempertanyakan sisa uang, kami masih membutuhkan uang tersebut untuk kelangsungan pembangunan MCK sesuai standart Kementrian PUPR, sampai saat ini bilik MCK kami belum jadi, kami kesulitan untuk BAB karena tidak punya bilik MCK, keluh ibu Sur, andai saja KPM dikasih uang tunai bukan material, kebebasan buang air besar (BAB) akan lancar seperti harapan pemkab, jombang menjadi kabupaten yang ODF (Open Defecation free) ditahun ini, pastinya akan memiliki lingkungan yang sehat kedepannya. (Atho,Mercy)