JAKARTA, — BERITACOM –  Ketua Umum Generasi Cinta Negeri (Gentari), Habib Umar Alhamid, menilai polemik yang menyeret Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tidak bisa dilepaskan dari ambisi politik dan dosa mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Jokowi seharusnya sudah mengakhiri seluruh kepentingan politiknya setelah purna tugas sebagai presiden. Namun karena ambisi dan keserakahan politik justru membuat persoalan baru yang kini berdampak terhadap keluarganya, ujar Habib Umar Alhamid kepada wartawan, Selasa (3/11/2026).

Ia menilai polemik tersebut tidak hanya merugikan Gibran, tetapi juga berpotensi mengganggu jalannya pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Dan sepertinya ada indikasi untuk menggulingkan serta mencari kesalahan Pak Prabowo, yang nota bene dianggap satu paket.

“Ini semua akibat Jokowi yang tidak tahu diri. Bangsa dan negara ini terus gaduh. Sehingga pemerintahan Pak Prabowo ikut menjadi terganggu dan kurang fokus mengelola serta menjalankan pemerintahannya. Yang pasti rakyat udah bulat bersama Prabowo dan memaafkan segala kekurangannya. Saya berharap beliau harus tegas soal hukum dan berani mengambil sikap demi mengembalikan agenda Presiden bersama rakyat,” ungkap Habib Umar.

Habib Umar mengatakan, kegaduhan politik yang terus berlangsung harus segera diakhiri. Ia mengajukan sejumlah alternatif untuk menyelesaikan persoalan yang membelit posisi Gibran.

Pertama, setelah pembatalan suket Gibran oleh MA, sebaiknya mengundurkan diri saja, karena DPR berpeluang memazulkan Gibran melalui mekanisme konstitusional.

Kedua, pemerintah perlu memberikan sanksi kepada pihak-pihak yang terbukti mendukung atau terlibat dalam proses pencalonan Gibran yang bermasalah. Menurutnya, proses hukum dalam pencalonan bakal calon presiden maupun wakil presiden harus menjadi pelajaran agar peristiwa serupa tidak terulang.

Ketiga, Presiden Prabowo harus mempersiapkan sosok pengganti yang mampu bekerja sama secara baik dalam menjalankan pemerintahan.

Habib Umar berharap presiden prabowo harus tegas dan ikuti hukum yang berlaku. Hingga persoalan tersebut tidak terus berlarut-larut dan agenda pemerintahan dapat kembali berjalan dengan baik.

Ketika ditanya mengenai sosok yang pantas mendampingi Prabowo apabila Gibran mundur atau dimakzulkan, Habib Umar menyebut sejumlah nama di antaranya Yusril, Puan, AHY, Anies dan Ganjar.

“Kalau saya berpendapat, ada 5 nama yang pantas mendampingi Pak Prabowo. Yakni, Yusril dan Puan mewakili partai pendukung dan oposisi, AHY mewakili militer, Anies dan Ganjar mewakili peserta pemilu 2024.Tinggal siapa yang dipilih dan diinginkan Prabowo,” ungkapnya.

Menurut Habib Umar, pergantian kepemimpinan harus diarahkan untuk menjaga stabilitas pemerintahan dan kepentingan bangsa. Bukan memperpanjang konflik politik keluarga. (Nn)