BERITACOM – MANGGARAI TIMUR — Dua anggota DPRD Kabupaten Manggarai Timur dari Dapil Lamba Leda dan Lamba Leda Utara saat ini tengah berjuang keras untuk perbaikan dan peningkatan ruas jalan Benteng Jawa – Bawe.

Jalan tersebut selama ini menjadi keluhan warga karena kondisinya rusak parah dan rawan kecelakaan, padahal merupakan jalur vital yang menghubungkan 5 desa di 2 kecamatan.

Fransiskus Salesman dan Mikael Jaur Turun Tangan

Anggota DPRD pertama yang memperjuangkan adalah Fransiskus Salesman. Ia mengusulkan perbaikan dan peningkatan status ruas jalan Benteng Jawa-Bawe melalui forum Musrenbangcam 2026.

Baca juga  Warga Tolak Pembangunan SMPN 25 Empat Lantai, Pemkot Tangsel Tunda Proyek

Dalam usulannya, Fransiskus meminta agar jalan yang saat ini masih berlapis telford dan lapen ditingkatkan menjadi lapen dan hotmix.
Menurutnya, perbaikan jalan ini penting untuk memperlancar mobilitas warga, mempercepat distribusi barang, serta mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Jalan ini sudah bertahun-tahun rusak dan sering memicu kecelakaan serius. Kalau diperbaiki, dampaknya langsung dirasakan 5 desa di 2 kecamatan,” ujar Fransiskus.

Baca juga  Proyek Perbaikan Sling Jembatan Juara Situ 7 Muara Depok Telan Anggaran Rp99,4 Juta

Sementara itu, Mikael Jaur dari Fraksi PAN Dapil III Lamba Leda & Lamba Leda Utara juga berkomitmen memperjuangkan hal yang sama.
Saat melakukan reses di Bawe, Desa Haju Wangi pada 11 Oktober 2025, Mikael berjanji akan mengawal peningkatan jalan daerah Bawe menuju Benteng Jawa.

Selain infrastruktur jalan, Mikael juga menyebut akan memperjuangkan kebutuhan dasar lain seperti jaringan listrik, irigasi Wae Loe, hingga stabilisasi harga jagung bagi petani.

Baca juga  Garuda Gibran Indonesia kabupaten Manggarai Timur Desak Pemprov NTT Segera Perbaiki Ruas Jalan Benteng Jawa - Dampek

Jalan Vital, Kerusakan Sudah Bertahun-tahun

Warga setempat berharap perjuangan kedua wakil rakyat ini segera terealisasi. Ruas Benteng Jawa – Bawe dinilai sangat strategis karena menjadi urat nadi ekonomi dan akses utama masyarakat di wilayah Lamba Leda dan Lamba Leda Utara.

Dengan masuknya usulan ini ke Musrenbangcam 2026, masyarakat kini menanti tindak lanjut dari pemerintah daerah dan provinsi agar perbaikan jalan bisa segera dilakukan.