JAKARTA – BERITACOM— Prediksi sejumlah pihak yang menyebut pemerintahan Presiden Prabowo Subianto hanya akan bertahan selama dua tahun dinilai tidak terbukti. Ketua Umum Generasi Cinta Negeri (Gentari), Habib Umar Alhamid, menilai perjalanan pemerintahan Prabowo justru mulai menunjukkan arah dan tujuan yang semakin jelas.

Menurut Habib Umar, sejak awal masa pemerintahan Prabowo memang muncul berbagai spekulasi politik mengenai keberlangsungan pemerintahan. Salah satunya adalah isu bahwa Prabowo hanya akan menjalankan jabatan presiden selama dua tahun karena adanya kesepakatan atau kontrak politik tertentu.

Namun, ia menilai perkembangan politik hingga saat ini menunjukkan situasi yang berbeda.

“Awalnya banyak kalangan memperkirakan pemerintahan Prabowo hanya sampai dua tahun, paling lama. Bahkan, ada isu bahwa Prabowo hanya dikontrak dua tahun sebagai presiden. Ternyata pembicaraan tersebut hanya mimpi. Kenyataannya, beliau justru mulai menunjukkan arah dan tujuan Indonesia ke depan,” ujar Habib Umar Alhamid kepada wartawan, Minggu (4/10/2026).

Baca juga  Prabowo Reshuffle Kabinet, Listyo Sigit Jadi Kepala Staf Kepresidenan

Habib Umar mengatakan dinamika pemerintahan, termasuk perubahan susunan kabinet dan sejumlah keputusan politik Presiden, menunjukkan adanya upaya untuk memastikan pemerintahan berjalan sesuai agenda yang telah ditetapkan.

Menurut dia, keberadaan sejumlah tokoh dari pemerintahan sebelumnya di dalam pemerintahan Prabowo menunjukkan adanya ruang bagi berbagai kelompok untuk bekerja bersama. Namun, menurutnya, keberadaan seseorang dalam lingkaran pemerintahan tetap berkaitan dengan tanggung jawab dan kinerja.

“Pak Prabowo mulai menunjukkan bahwa siapa pun yang tidak sesuai dengan aturan dan tidak sejalan dengan tujuan pemerintahan, pasti akan dievaluasi. Bahkan, reshuffle menjadi salah satu instrumen untuk memastikan pemerintahan berjalan sesuai arah yang telah ditetapkan,” katanya.

Ia juga menilai berbagai program pemerintah yang telah berjalan selama hampir dua tahun merupakan bagian dari proses panjang pembangunan nasional.

Baca juga  Kapolri Suyudi Mutasi 88 Pati dan Pamen, 19 Kapolda Berganti

Habib Umar menyebut sejumlah program pemerintah telah mendapatkan apresiasi dari berbagai tokoh dan kalangan masyarakat. Meski demikian, ia berpandangan bahwa capaian tersebut masih merupakan bagian awal dari keseluruhan agenda yang telah dicanangkan.

“Saya menilai apa yang dilakukan Presiden dan mendapatkan apresiasi dari banyak kalangan ini merupakan perkembangan yang patut dicermati. Padahal, hasil dari program-program tersebut baru sekitar 10 hingga 20 persen dari keseluruhan yang telah dicanangkan Prabowo,” ungkapnya.

Menurut Habib Umar, apabila program-program tersebut dapat dilanjutkan secara konsisten hingga mencapai target yang ditetapkan, diperlukan kesinambungan kebijakan dan waktu yang cukup.

Karena itu, ia mengajak masyarakat tidak terburu-buru memberikan penilaian terhadap keseluruhan kinerja pemerintahan hanya berdasarkan hasil yang terlihat dalam waktu relatif singkat.

“Dibutuhkan kesabaran dan doa dari seluruh rakyat Indonesia agar apa yang telah direncanakan dapat terwujud dan menghasilkan era keemasan seperti yang diharapkan banyak kalangan,” tuturnya.

Baca juga  Terungkap! Bukan Cuma Soal Fasilitas Mewah, Ini Alasan Kepala Lapas Cibinong Dipecat

Ia menegaskan, perdebatan mengenai berapa lama sebuah pemerintahan akan bertahan seharusnya tidak mengalihkan perhatian dari substansi pembangunan.

Menurutnya, hal yang lebih penting adalah bagaimana kebijakan pemerintah diterjemahkan menjadi program yang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Habib Umar berharap seluruh elemen bangsa memberikan kesempatan kepada pemerintah untuk menjalankan agenda pembangunan, sekaligus tetap melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan setiap kebijakan.

Bagi dia, perjalanan pemerintahan Prabowo saat ini merupakan proses menuju tujuan pembangunan nasional yang lebih besar. Optimisme tersebut, menurutnya, perlu dibarengi dengan kerja nyata, konsistensi kebijakan, pengawasan publik, dan komitmen bersama.

“Ini bukan mimpi. Ini adalah sebuah kenyataan untuk Indonesia ke depan menuju era keemasan,” pungkas Habib Umar.

(Nn)