BERITACOM – Tangerang Selatan – Pemerintah Kota Tangerang Selatan terus memperkuat peran Posyandu sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat melalui peningkatan kapasitas lebih dari 5.000 kader Posyandu yang tersebar di tujuh kecamatan.

Komitmen tersebut disampaikan Walikota Tangerang Selatan Benyamin Davnie saat menghadiri kegiatan Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Kader Posyandu di Kecamatan Setu, Senin (6/7).

Menurut Benyamin, kegiatan yang dilaksanakan secara serentak di tujuh kecamatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi kader Posyandu yang kini memiliki peran lebih luas dibanding sebelumnya.

“Hari ini kami menggelar pertemuan dengan lebih dari 5.000 kader Posyandu yang tersebar di tujuh kecamatan,” ujarnya.

Baca juga  Booth Paviliun Tangsel Tampil Memikat di Indonesia City Expo, Promosikan UMKM dan Potensi Daerah

Ia menjelaskan, transformasi Posyandu membuat layanan tidak lagi hanya berfokus pada penimbangan balita.

Posyandu kini menjadi pusat pelayanan kesehatan berbasis siklus kehidupan, mulai dari remaja, ibu hamil, bayi, balita, usia produktif hingga lanjut usia.

“Tugas Posyandu sekarang bukan lagi hanya penimbangan balita, tetapi berkembang menjadi pelayanan kesehatan berbasis siklus kehidupan masyarakat,” katanya.

Benyamin juga mengapresiasi dedikasi ribuan kader Posyandu yang selama ini aktif mendampingi masyarakat.

Menurutnya, kontribusi para kader turut mendorong meningkatnya derajat kesehatan warga Kota Tangerang Selatan.

Baca juga  Pemkot Tangsel Perkuat Peran Kader Kesehatan dan Tim Ngider Sehat Premium

“Alhamdulillah, lebih dari 5.000 kader Posyandu telah menunjukkan kinerja yang baik. Karena itu, angka harapan hidup masyarakat Tangerang Selatan kini mencapai 76 tahun, yang juga merupakan hasil kerja keras para kader,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan, Allin Hendalin Mahdaniar, menjelaskan kegiatan di Kecamatan Setu diikuti oleh perwakilan kader dari seluruh Posyandu di wilayah tersebut. Di Kecamatan Setu terdapat 53 Posyandu dengan sekitar 401 kader.

“Yang hadir hari ini merupakan perwakilan dari setiap Posyandu. Tujuannya untuk meningkatkan kapasitas kader agar mampu memberikan pelayanan yang semakin baik kepada masyarakat,” ujarnya.

Baca juga  Serapan APBD Tangsel Baru 31 Persen di Semester I, BKAD Optimistis Meningkat pada Paruh Kedua 2026

Allin menambahkan, peningkatan kompetensi kader menjadi kebutuhan penting seiring semakin luasnya cakupan pelayanan Posyandu setelah transformasi layanan primer.

Selain itu, Posyandu kini turut mendukung enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM), sehingga kader dituntut memiliki kemampuan yang lebih baik dalam memberikan edukasi, melakukan deteksi dini, serta mendampingi masyarakat.

“Karena Posyandu saat ini mendukung enam bidang Standar Pelayanan Minimal, kapasitas kader harus terus ditingkatkan agar pelayanan kepada masyarakat semakin optimal,” pungkasnya.
(Adv)