BERITACOM – Tangsel – Realisasi serapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) hingga akhir semester pertama 2026 mencapai 31 persen.
Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel optimistis capaian tersebut akan terus meningkat pada semester kedua seiring percepatan pelaksanaan program di seluruh organisasi perangkat daerah (OPD).
Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kota Tangerang Selatan, Hadi Widodo mengatakan, realisasi tersebut merupakan data hingga 30 Juni 2026.
Menurutnya, masih tersedia waktu yang cukup untuk menggenjot penyerapan anggaran hingga akhir tahun.
“Saat ini sudah 31 persen, sampai dengan akhir bulan kemarin ya per 30 Juni. Kita harus optimis lah,” ujar Hadi saat dihubungi, Senin (6/7).
Ia menjelaskan, secara umum tidak terdapat kendala dari sisi ketersediaan anggaran maupun proses pencairan. Hambatan utama justru berada pada proses pengadaan barang dan jasa yang dijalankan masing-masing OPD.
“Secara umum mungkin di proses pengadaan. Kalau dari sisi ketersediaan anggaran sih kita Insya Allah siap sebenarnya ada. Tapi mungkin masing-masing OPD punya kendala teknis masing-masing,” katanya.
Menurut Hadi, proyek-proyek konstruksi menjadi penyumbang terbesar dalam belanja daerah sehingga proses pengadaannya yang memerlukan waktu cukup panjang berpengaruh terhadap tingkat serapan APBD.
“Memang porsi besarnya ada di konstruksi. Itulah yang mungkin banyak ada kendala di proses pengadaan. Karena porsinya besar, tentu berimbas terhadap persentase serapan anggaran secara keseluruhan,” jelasnya.
Selain itu, pembayaran pekerjaan fisik kepada pihak ketiga baru dapat dilakukan setelah pekerjaan selesai.
Akibatnya, realisasi anggaran belum tercatat meski sejumlah proyek telah berjalan di lapangan.
“Kalau fisik itu kan pekerjaannya selesai dulu, baru dibayar kepada pihak ketiga,” ungkapnya.
Hadi menyebutkan, OPD yang menangani pembangunan fisik masih menjadi kelompok dengan tingkat serapan anggaran terendah. Sebaliknya, perangkat daerah yang didominasi belanja operasional mencatat realisasi lebih tinggi.
“Yang tertinggi penyerapannya Inspektorat. Kemudian Setwan dan Setda juga tinggi-tinggi penyerapannya,” tuturnya.
Memasuki semester kedua 2026, BKAD akan terus mendorong percepatan pelaksanaan kegiatan serta membantu OPD menyelesaikan berbagai kendala teknis agar target serapan APBD hingga akhir tahun dapat tercapai.
“Pastinya harus ada percepatan dan penyelesaian terhadap kendala-kendala. Dicari dulu kendalanya apa, kemudian dicarikan solusinya.
Dari sisi kebijakan maupun ketersediaan anggaran tidak ada hambatan,” pungkasnya.
(Adv)





Tinggalkan Balasan