BERITACOM – TANGERANG SELATAN – Rencana Pemerintah Kota Tangerang Selatan membangun gedung baru SMP Negeri 25 setinggi empat lantai di kawasan Perumahan Bukit Nusa Indah, Kelurahan Serua, Kecamatan Ciputat, mendapat penolakan dari warga.

Warga menilai pembangunan tersebut berpotensi menimbulkan berbagai persoalan, mulai dari kemacetan, dampak lingkungan, hingga terganggunya kenyamanan masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi.

Penolakan tersebut mengemuka dalam rapat koordinasi yang digelar di Aula Kelurahan Serua, Jumat (14/8/2026). Pertemuan dihadiri Sekretaris Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR) Kota Tangsel Budi R, Kabid SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Camat Ciputat, Lurah Serua, serta pengurus RT dan RW setempat.

Namun, pertemuan tersebut belum menghasilkan kesepakatan. Warga tetap meminta agar pemerintah tidak mengambil keputusan sebelum dilakukan dialog secara langsung di lokasi rencana pembangunan.

Ketua RT 03/RW 16 Perumahan Bukit Nusa Indah, Yuni, mengatakan warga merasa tidak pernah dilibatkan secara memadai dalam pembahasan awal rencana pembangunan.

Baca juga  HUT ke-16 Geram Banten Tangsel, Warhada Tegaskan Tetap Kritis dan Kawal Kepentingan Masyarakat

Menurutnya, pembangunan gedung sekolah empat lantai di tengah kawasan permukiman perlu dikaji secara menyeluruh karena akan berdampak terhadap mobilitas warga dan kondisi lingkungan.

“Dulu saat SMPN 23 dan SMPN 24 beroperasi dengan jumlah siswa yang tidak terlalu banyak saja dampaknya sudah terasa. Sekarang tiba-tiba ada rencana bangunan empat lantai tanpa diskusi lebih dulu dengan warga,” ujar Yuni.

Selain persoalan rencana pembangunan, warga juga mempersoalkan proses pembongkaran bangunan lama di lokasi tersebut.

Menurut Yuni, pelaksanaan pembongkaran dinilai belum sesuai dengan komitmen yang sebelumnya disampaikan kepada masyarakat, termasuk sosialisasi teknis dan penyemprotan air untuk mengurangi debu.

“Puing-puing bekas pembongkaran sampai sekarang juga belum dirapikan. Itu jelas tidak sesuai dengan yang dijanjikan,” katanya.

Baca juga  Dua Anggota DPRD Manggarai Timur Dorong Peningkatan Jalan Benteng Jawa - Bawe

Yuni menegaskan bahwa dirinya membawa mandat warga untuk tidak menyetujui keputusan apa pun sebelum pemerintah turun langsung ke lapangan dan mendengarkan aspirasi masyarakat.

“Hari ini belum ada keputusan. Warga meminta jangan ada keputusan sepihak sebelum pihak dinas datang ke lokasi dan berdiskusi langsung dengan masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris DCKTR Kota Tangsel Budi R menjelaskan, pembangunan SMPN 25 direncanakan untuk menjawab kebutuhan fasilitas pendidikan di wilayah Serua yang terus berkembang.

Menurutnya, konsep gedung empat lantai merupakan bagian dari perencanaan jangka panjang pemerintah daerah.

“Gedung empat lantai itu bukan untuk kebutuhan dua atau tiga tahun ke depan saja. Ini investasi pendidikan jangka panjang sehingga kapasitasnya disiapkan sejak awal,” kata Budi.

Terkait keluhan warga mengenai kondisi pascapembongkaran bangunan lama, Budi mengakui hasil pekerjaan di lapangan belum sesuai dengan harapan masyarakat.

Baca juga  Proyek Perbaikan Sling Jembatan Juara Situ 7 Muara Depok Telan Anggaran Rp99,4 Juta

“Memang kondisi pascapembongkaran kemarin tidak sesuai harapan warga dan itu menjadi catatan kami,” ujarnya.

Namun, Budi menjelaskan bahwa proses pembongkaran tersebut tidak dilakukan secara langsung oleh DCKTR.

Sebagai langkah sementara, Pemerintah Kota Tangsel akhirnya menunda tahapan pembangunan SMPN 25 di lokasi tersebut.

DCKTR bersama Dinas Pendidikan dan pihak terkait akan menggelar pertemuan lanjutan langsung di lokasi untuk membahas berbagai persoalan sekaligus mendengarkan masukan dari masyarakat.

“Nanti akan ada pertemuan lanjutan di lokasi. Kami akan menghadirkan Bidang Tata Ruang DCKTR dan juga Badan Aset agar semua persoalan bisa dibahas secara terbuka,” pungkas Budi.

Dengan penundaan tersebut, rencana pembangunan gedung SMPN 25 empat lantai masih menunggu hasil dialog dan pembahasan lebih lanjut antara Pemkot Tangsel dengan warga sekitar.

(Gt/Red)