BERITACOM. COM BANJARNEGARA – Di tengah keterbatasan fasilitas, lahirlah sebuah prestasi yang membanggakan. Alim Surahman, siswa SDN 7 Krandegan, berhasil mengharumkan nama Kabupaten Banjarnegara setelah meraih medali emas cabang atletik pada ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat Provinsi Jawa Tengah.
Prestasi ini menjadi bukti bahwa semangat, kerja keras, dan ketekunan mampu mengalahkan keterbatasan. Selama kurang lebih tiga bulan, Alim berlatih di bawah bimbingan Hasto dengan sarana yang sangat sederhana. Halang rintang yang digunakan bukanlah peralatan olahraga standar, melainkan kerdus bekas yang dijahit dan seutas tali rafia.
Kepala SDN 7 Krandegan, Suci Rahayu, mengaku sangat bangga atas capaian anak didiknya. Menurutnya, ini merupakan prestasi pertama dalam sejarah sekolah yang berhasil menembus juara tingkat Provinsi dan membawa pulang medali emas.
“Kami tidak memiliki anggaran untuk pembinaan atlet. Namun saya melihat Alim memiliki bakat luar biasa. Karena itu saya meminta bantuan suami saya, Hasto, untuk melatihnya. Dengan fasilitas yang sangat sederhana, Alim mampu membuktikan bahwa tekad dan kerja keras bisa mengalahkan segala keterbatasan,” ujar Suci.
Pelatih Alim, Hasto, mengungkapkan bahwa latihan dilakukan setiap hari setelah jam sekolah. Ia bahkan menjemput Alim, mengajaknya berlatih di SMP Bawang tempatnya mengajar, lalu mengantarnya pulang. Seluruh kebutuhan latihan, termasuk makanan dan minuman seusai berlatih, dipenuhi menggunakan biaya pribadi.
“Alim adalah anak yang disiplin, pantang menyerah, dan memiliki semangat juang yang luar biasa. Kami hanya berbekal tali rafia dan kerdus sebagai media latihan. Namun keterbatasan itu justru menjadi penyemangat untuk membuktikan bahwa mimpi besar tidak selalu lahir dari fasilitas yang mewah,” ungkap Hasto.
Lurah Krandegan, Sudirman, menyebut keberhasilan Alim menjadi titik balik bagi SDN 7 Krandegan yang sebelumnya hampir terdampak regroup akibat minimnya jumlah siswa. Kehadiran Kepala Sekolah Suci Rahayu membawa perubahan positif, hingga akhirnya sekolah tersebut mampu melahirkan atlet juara tingkat provinsi.
Menurut Sudirman, Alim merupakan putra pasangan Sarkum dan Sulatri, keluarga sederhana yang masuk kategori Desil 2. Ayahnya bekerja sebagai pemulung demi memenuhi kebutuhan hidup keluarga. Namun kondisi ekonomi tidak pernah mematahkan semangat Alim untuk terus berprestasi.
“Prestasi Alim menjadi inspirasi bahwa anak-anak dari keluarga sederhana pun mampu berdiri di podium tertinggi jika diberi kesempatan, pendampingan, dan kepercayaan. Alim juga pernah menyampaikan keinginannya untuk bertemu Ibu Bupati agar mendapat dukungan dalam mengembangkan bakatnya sebagai atlet,” kata Sudirman.
Kisah Alim Surahman menjadi pengingat bahwa keterbatasan bukanlah penghalang menuju kesuksesan. Dari seutas tali rafia dan kerdus bekas, lahirlah seorang juara yang mengharumkan nama Banjarnegara di tingkat Provinsi Jawa Tengah. Kini harapan besar tertuju kepada berbagai pihak agar talenta muda seperti Alim mendapatkan pembinaan yang lebih baik sehingga kelak mampu mengharumkan nama Jawa Tengah bahkan Indonesia di tingkat nasional maupun internasional. (An)





Tinggalkan Balasan