Beritacom, Jakarta – Transformasi digital terus merambah berbagai kebutuhan masyarakat, termasuk dalam hal pelaporan kehilangan.

Menjawab tantangan tersebut, Bantu Cari hadir sebagai platform digital terpadu untuk membantu masyarakat melaporkan dan menemukan barang, kendaraan, hewan peliharaan, hingga orang hilang secara lebih cepat dan terintegrasi.

Aplikasi ini digagas oleh Agus Ilhamsyahputra, Muhammad Arbani, dan Hendry Fajarnegara, yang optimistis Bantu Cari mampu menjadi pemain utama di industri lost and found berbasis aplikasi di Indonesia.

Baca juga  Rangkaian HPN 2026, 200 Wartawan Siap Berangkat 'Retret' Orientasi Kebangsaan dan Bela Negara

Rencananya, aplikasi ini akan resmi diluncurkan pada awal tahun 2026.

CEO Bantu Cari, Muhammad Arbani, menyampaikan bahwa ekosistem digital di Indonesia saat ini sudah sangat mendukung berkembangnya layanan pencarian berbasis aplikasi.

“Hampir semua orang sekarang memiliki smartphone. Ini membuat konektivitas antar pengguna semakin lancar, dan itu menjadi modal utama dalam pengembangan platform lost and found,” ujar Arbani dalam keterangannya.

Baca juga  Rangkaian HPN 2026, 200 Wartawan Siap Berangkat 'Retret' Orientasi Kebangsaan dan Bela Negara

Menurutnya, Bantu Cari menjadi aplikasi lost and found pertama di Indonesia yang dirancang untuk mempertemukan pihak pencari dan penemu secara langsung.

Melalui aplikasi ini, pengguna yang kehilangan barang dapat memberikan imbalan kepada pihak yang berhasil menemukan.

“Di Bantu Cari, pencari dan penemu dipertemukan dalam satu platform. Bahkan, pencari bisa memberikan reward sebagai bentuk apresiasi,” jelas Arbani.

Tak hanya berfungsi sebagai aplikasi pelaporan kehilangan, Bantu Cari juga mengusung konsep gamifikasi yang bertujuan membangun partisipasi komunitas dan semangat gotong royong.

Baca juga  Rangkaian HPN 2026, 200 Wartawan Siap Berangkat 'Retret' Orientasi Kebangsaan dan Bela Negara

“Platform ini juga bisa menjadi game yang bermanfaat. Kami ingin membangun kolaborasi dengan berbagai pihak seperti kepolisian, rumah sakit, shelter hewan, hingga komunitas relawan untuk mempercepat proses pencarian,” tuturnya.

Dengan konsep digital terintegrasi dan berbasis komunitas, Bantu Cari diharapkan menjadi solusi baru yang efektif bagi masyarakat Indonesia dalam menangani kasus kehilangan di era digital. (Ranti)