BERITACOM – TANGERANG SELATAN – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kota Tangerang Selatan sejak Sabtu (4/4/2026) menyebabkan banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang Selatan mencatat sedikitnya 24 titik banjir dan 12 lokasi longsor di beberapa kecamatan.

Informasi tersebut disampaikan oleh BPBD Kota Tangerang Selatan melalui Dian Wiryawan dalam laporan perkembangan penanganan bencana yang dirilis pada Minggu, 5 April 2026 pukul 07.50 WIB.

Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa banjir mulai dilaporkan pada Sabtu (4/4) sekitar pukul 14.45 WIB, setelah hujan deras menyebabkan sejumlah aliran kali meluap dan menggenangi permukiman warga.
Ratusan Rumah Terdampak Banjir

Banjir terjadi di berbagai wilayah seperti Pamulang, Serpong, Ciputat, hingga Setu dengan ketinggian air yang bervariasi antara 10 hingga 100 sentimeter.

Baca juga  Idul Fitri 1447 H Penuh Berkah, Solusi Baitullah Indonesia Berbagi untuk Jamaah

Beberapa wilayah yang terdampak cukup besar antara lain:

BPI RW 04 Pamulang Timur dengan sekitar 300 kepala keluarga (KK) terdampak dan air sempat mencapai 90 cm.

Perum Pondok Hijau Pisangan Ciputat yang juga mencatat sekitar 300 KK terdampak dengan ketinggian air mencapai 80 cm.

Perum Puri Bintaro Indah Jombang Ciputat dengan sekitar 250 KK terdampak.
Perum Lembah Pinus Pamulang Barat sekitar 130 KK terdampak.

Perum Puri Serpong 1 di Setu juga terdampak banjir dengan sekitar 130 KK.
Selain itu banjir juga terjadi di sejumlah perumahan lain seperti Komplek MA Pamulang Timur, Griya Jakarta 2 Pamulang Barat, Serpong Jaya Buaran, Serpong Terrace, Green Harmoni Ciater, hingga Namara Residence Benda Baru.

Baca juga  Viral di Medsos, Wali Kota Tangerang Diduga Bagi Uang dari Lantai Atas, Warga Berkomentar

BPBD menyebutkan bahwa penyebab utama banjir adalah intensitas hujan tinggi yang menyebabkan beberapa aliran kali meluap, di antaranya Kali BPI, Kali Ciputat, Kali Ciater, Kali Ciledug, serta drainase permukiman yang tidak mampu menampung debit air.

Hingga Minggu pagi, sebagian besar wilayah sudah mengalami penyusutan genangan, meskipun beberapa titik masih tergenang dengan ketinggian antara 5 hingga 40 cm.

12 Titik Longsor Dilaporkan
Selain banjir, tanah longsor juga terjadi di 12 lokasi, terutama di wilayah Setu, Pamulang, dan Serpong.
Beberapa titik longsor yang dilaporkan antara lain:

Jalan Sengkol RT 006 RW 02 Muncul, Setu, yang menyebabkan akses jalan warga terganggu.

Kampung Sengkol Muncul, Setu, yang merusak tembok rumah warga.
Villa Dago Tol Ciater Serpong, longsor menutup akses jalan dan menimpa rumah warga.

Baca juga  Kantah Tangsel Optimalkan Layanan Digital: Urus Tanah Lebih Mudah dan Transparan dengan Aplikasi "Sentuh Tanahku"

Kademangan Setu, longsor terjadi di beberapa RT dan berdampak pada akses jalan serta rumah warga.

BPBD juga mencatat longsor di Buaran, Pamulang Timur, Pondok Benda, dan Keranggan yang menyebabkan kerusakan tebing, tembok rumah, hingga jalan lingkungan.

BPBD Terus Lakukan Pemantauan
BPBD Kota Tangerang Selatan menyatakan terus melakukan pemantauan dan penanganan di lokasi terdampak bersama unsur pemerintah daerah dan masyarakat.

Warga yang tinggal di sekitar aliran sungai, tebing, maupun daerah rawan banjir diimbau untuk tetap waspada mengingat potensi hujan masih dapat terjadi.

BPBD juga meminta masyarakat segera melaporkan jika terjadi genangan, longsor, atau kondisi darurat lainnya agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin.

(Red)