Beritacom, Jakarta – Polri terus memperkuat penanganan insiden tenggelamnya KM Virgo Transport 8 di perairan Tanjung Selatan, Kalimantan Selatan, dengan mengoptimalkan operasi pencarian dan evakuasi korban serta menyiagakan tim Disaster Victim Identification (DVI) di sejumlah wilayah.
Dalam operasi SAR pada Senin (14/9/2026), Korpolairud Baharkam Polri mengerahkan dua kapal polisi, yakni KP Laksmana-7012 dan KP Ibis-6001, untuk mendukung pencarian dan penyisiran di sekitar lokasi kejadian. Selain itu, Polri menyiapkan dua helikopter BKO, yakni Helikopter Dauphin AS365N3/P-3103 dari Kalteng dan Helikopter AW 169/P-3309 dari Jatim.
Khusus Helikopter Dauphin, Korpolairud Baharkam Polri menyiapkannya dengan kemampuan hoist untuk mendukung proses evakuasi korban melalui udara apabila ditemukan dalam pelaksanaan pencarian. Helikopter tersebut juga dilengkapi peralatan SAR berupa satu Basket Rescue, satu Harness, satu Webbing, satu Suit Rescue, lima Lanyard, dan dua Carabiner.
Kesiapan alut dan perlengkapan tersebut menjadi bagian dari upaya Polri mendukung Tim Basarnas dalam pelaksanaan pencarian sekaligus memastikan proses pengangkatan dan evakuasi korban dapat dilakukan secara cepat dan aman.
KP Laksmana-7012 yang berjarak sekitar 80 NM dari lokasi kejadian telah bertolak pada Minggu (13/9) pukul 15.30 WITA untuk melakukan penyisiran dan pengamatan permukaan bersama potensi SAR lainnya. Sementara KP Ibis-6001 bertolak pada Senin (14/9) pukul 03.00 WIB dari jarak sekitar 103 NM dengan rencana melakukan pengamatan permukaan di sebelah barat lokasi kejadian.
Sejalan dengan pelaksanaan operasi SAR, Polri juga memperkuat kesiapan DVI melalui penempatan personel di sejumlah posko di Jawa Timur dan Kalimantan Selatan. Tim DVI Polda Kalimantan Selatan diperkuat 66 personel, sedangkan Tim DVI Polda Jawa Timur berjumlah 56 personel. Adapun Tim DVI Pusdokkes Mabes Polri diperkuat 18 personel, termasuk empat dokter spesialis forensik.
Dukungan tersebut melengkapi lima posko DVI yang telah disiapkan, yakni Posko DVI Sumenep, Posko DVI Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya, Posko DVI Pelabuhan Tanjung Perak, Posko DVI Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, serta Posko DVI Ruang Otopsi Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin.
Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir mengatakan, Polri mengoptimalkan seluruh sumber daya yang dimiliki untuk mendukung operasi pencarian, evakuasi, hingga kesiapan identifikasi korban KM Virgo Transport 8.
“Polri mengoptimalkan seluruh sumber daya yang dimiliki untuk mendukung proses pencarian dan evakuasi korban. Korpolairud menyiapkan kapal dan kemampuan evakuasi udara, termasuk helikopter yang dilengkapi hoist dan peralatan SAR, sementara tim DVI disiagakan di sejumlah titik untuk mendukung proses identifikasi apabila ditemukan korban,” ujar Johnny dalam keterangannya di Jakarta, Senin (14/9/2026).
Johnny menegaskan, seluruh unsur Polri yang terlibat terus berkoordinasi dengan Basarnas dan potensi SAR lainnya agar proses pencarian dan evakuasi dapat berjalan secara optimal.
“Yang utama adalah mengoptimalkan pencarian dan memastikan kesiapan evakuasi apabila korban ditemukan. Pada saat yang sama, tim DVI juga telah disiapkan sehingga proses identifikasi dapat segera dilakukan secara profesional, tepat, dan sesuai prosedur,” katanya.
Polri memastikan dukungan terhadap operasi SAR KM Virgo Transport 8 terus dilakukan sesuai perkembangan situasi di lapangan dengan mengedepankan keselamatan personel, kecepatan respons, serta koordinasi dengan seluruh unsur terkait. (Ranti)





Tinggalkan Balasan