BERITACOM – Makassar – Solidaritas mahasiswa asal Manggarai yang kuliah di Makassar, Sulawesi Selatan, diwujudkan lewat aksi nyata. Mereka menggalang dana di jalanan untuk membantu korban gempa bumi Flores di kampung halaman.
Aksi penggalangan dana dilakukan pada Sabtu, 16 Agustus 2026 di persimpangan lampu merah Jalan Karaeng, Makassar. Para mahasiswa membawa kotak donasi dan menyapa pengendara yang berhenti.
Disalurkan ke Kota Komba Utara, Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur.
Hasil penggalangan dana tersebut kemudian disalurkan kepada warga terdampak di Kecamatan Kota Komba Utara, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur.
Proses penyerahan bantuan berlangsung pada Jumat, 4 September 2026. bantuan diserahkan langsung oleh perwakilan mahasiswa kepada warga terdampak.
“Ini bentuk kepedulian kami sebagai anak Manggarai yang merantau. Kami ingin membantu saudara-saudara kami di kampung,” ujar salah satu mahasiswa, Jumat (4/9/2026).
Aksi ini dilakukan saat Pemerintah Provinsi NTT masih memperpanjang status tanggap darurat bencana gempa Flores hingga 12 September 2026.
Berdasarkan data Pemprov NTT, gempa tersebut menyebabkan 99.214 rumah rusak. Angka itu membuat kebutuhan terhadap logistik, layanan kesehatan, dan tempat tinggal sementara masih sangat tinggi.
Pemprov NTT sebelumnya juga telah menginstruksikan agar bantuan didistribusikan merata ke titik-titik yang belum tersentuh.
Bukan Hanya Bantuan Materi
Bagi para mahasiswa, aksi di lampu merah memiliki makna lebih dari sekadar mengumpulkan dana.
“Jarak Makassar ke Flores memang jauh. Tapi kepedulian kami tidak pernah jauh. Ini pesan bahwa Flores tidak sendiri,” kata koordinator aksi.
Kegiatan ini menjadi bagian dari gerakan kemanusiaan yang terus mengalir dari berbagai elemen masyarakat, komunitas, hingga perantau untuk membantu pemulihan Flores pascagempa.





Tinggalkan Balasan