JAKARTA – BERITACOM –Ketua Umum Generasi Cinta Negeri (Gentari), Habib Umar Alhamid, mengkritik arah penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ia meminta lembaga antirasuah tersebut memberikan perhatian serius terhadap penyelesaian perkara-perkara lama yang hingga kini belum tuntas.

Menurut Habib Umar, penanganan sejumlah kasus baru, termasuk melalui operasi tangkap tangan (OTT), perlu diimbangi dengan kepastian perkembangan penyidikan dan penyelesaian perkara lama. Salah satu kasus yang disorotnya adalah perkara Harun Masiku.

“Gerakan KPK seperti lagu Potong Bebek Angsa, serong ke kanan dan serong ke kiri. Kasus baru dikejar-kejar, tapi kasus lama ditinggalkan. Bukan main hebatnya KPK ini,” ujar Habib Umar dalam keterangannya kepada wartawan, Rabu (21/10/2026).

Baca juga  KPK Amankan Bupati Klaten dalam OTT, Sita Uang Rp1 Miliar

Ia menilai, belum tuntasnya sejumlah perkara lama menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat mengenai konsistensi penegakan hukum oleh KPK.

Habib Umar juga menyoroti dugaan adanya kepentingan politik yang menurutnya perlu diwaspadai dalam proses penindakan perkara korupsi. Namun, pandangan tersebut merupakan penilaiannya dan perlu didukung bukti apabila hendak dijadikan kesimpulan mengenai independensi lembaga penegak hukum.

Menurutnya, pemberantasan korupsi harus dilakukan secara profesional, transparan, dan tidak tebang pilih, tanpa dipengaruhi kepentingan politik tertentu.

Ia turut mengingatkan agar proses penegakan hukum tidak menimbulkan kegaduhan politik yang dapat mengganggu agenda pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam menjalankan program pembangunan dan pemulihan nasional di tengah dinamika global.

Baca juga  Habib Umar Alhamid: 'Raja Jawa' Bikin Malu Indonesia

“Sebagai Ketum Gentari, saya mengingatkan KPK untuk kembali ke khitah dan jangan bermain api. Negara ini sedang panas, nanti terbakar. KPK jangan ikut bermain dalam arena politik negeri ini,” tegasnya.

Selain mengkritik KPK, Habib Umar mengajak masyarakat mendukung program Presiden Prabowo yang dinilainya berpihak kepada rakyat dan melawan oligarki yang merugikan kepentingan masyarakat.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga persatuan serta mewaspadai upaya adu domba dan penyebaran informasi yang dapat memecah belah bangsa.

Baca juga  KPK Amankan Bupati Klaten dalam OTT, Sita Uang Rp1 Miliar

Habib Umar menutup pernyataannya dengan mengajak seluruh masyarakat Indonesia memperkuat persatuan nasional. Ia turut menyinggung persatuan rakyat Iran sebagai salah satu hal yang menurutnya dapat menjadi bahan refleksi bagi masyarakat Indonesia.

“Untuk itu, marilah kita semua mendoakan keselamatan bangsa dari segala malapetaka serta mendoakan Presiden Prabowo agar tetap sehat sehingga dapat mewujudkan cita-citanya bagi Indonesia,” ungkap Habib Umar.

Catatan redaksi: Kritik dan dugaan yang disampaikan Habib Umar dalam berita ini merupakan pernyataan narasumber. Untuk menjaga keberimbangan, berita dapat dilengkapi dengan tanggapan KPK mengenai perkembangan penanganan kasus Harun Masiku dan perkara-perkara lama lainnya.

(NN/Red)