Beritacom, Jakarta — Polda Metro Jaya bersama Universitas Bina Nusantara (BINUS) menyiapkan personel sebagai pelatih Program Paham AI melalui pelatihan bagi pelatih di BINUS Kampus Kijang, Palmerah, Jakarta Barat, Senin (14/9/2026). Program ini menjadi bagian dari upaya membekali pelajar dan masyarakat agar semakin cakap memanfaatkan kecerdasan buatan secara aman dan bertanggung jawab.

Sebelum memberikan edukasi kepada masyarakat, personel dibekali pengetahuan mengenai kecerdasan buatan dan berbagai tantangan di ruang digital, mulai dari hoaks, perundungan siber, penipuan daring, hingga penyalahgunaan teknologi.

Baca juga  Kapolri: Bonus Demografi Jadi Momentum Siapkan Generasi Unggul Menuju Indonesia Emas 2045

Wakaposko Presisi Brigjen Pol. Boro Windu mengatakan, pembekalan menjadi tahap awal untuk menyamakan pemahaman dan kemampuan personel sebelum menyampaikan edukasi kepada pelajar dan masyarakat.

“Kita melatih para polisi bersama akademisi agar memiliki pemahaman yang sama tentang ancaman yang dihadapi masyarakat, seperti perundungan siber, penipuan daring, dan lainnya,” ujarnya.

Para calon pelatih juga dibekali kemampuan mengenali dan melawan hoaks, menggunakan teknologi secara bertanggung jawab, berkomunikasi dan melakukan pendampingan, serta praktik mengajar singkat. Buku panduan turut disiapkan sebagai acuan agar materi dapat disampaikan secara seragam dan mudah dipahami masyarakat.

Baca juga  Patroli Laut Malam Satpolairud Polres Kepulauan Seribu Sambangi Penjaga Pulau dan Sosialisasikan Layanan Polisi 110

“Setelah memiliki standar dan pemahaman yang sama, mereka dapat memberikan informasi yang setara kepada pelajar dan masyarakat, termasuk cara menghindari hoaks dan berbagai ancaman digital,” jelas Boro Windu.

Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto mengatakan, Program Paham AI diharapkan dapat memperkuat literasi digital sekaligus membantu pelajar dan masyarakat memanfaatkan teknologi secara aman, bijak, dan bertanggung jawab.

Baca juga  Layanan Polisi 110, Satpolairud Ajak Nelayan Utamakan Keselamatan dan Jauhi Area Berbahaya Gunung Anak Krakatau

Menurutnya, kolaborasi kepolisian, akademisi, sekolah, keluarga, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun ruang digital yang lebih sehat dan aman serta memastikan kemajuan kecerdasan buatan memberikan manfaat positif bagi masyarakat. (Ranti)