BERITACOM – KUPANG – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur bergerak cepat melakukan pemulihan pasca bencana gempa. Data terbaru mencatat sebanyak 99.214 rumah mengalami kerusakan akibat gempa yang melanda wilayah NTT.

Hal ini menjadi fokus utama dalam rapat koordinasi yang digelar di Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Provinsi NTT, Jumat (6/9/2026).

Dalam rapat tersebut,Gubernur melky Laka Lena dan sejumlah pejabat Pemprov NTT membahas langkah-langkah percepatan pemulihan.

Baca juga  Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Terbawa Angin hingga Pamulang Tangsel

3 Sektor Jadi Prioritas Pemulihan
Pemprov NTT menetapkan 3 sektor utama sebagai fokus percepatan pemulihan, yaitu:

Infrastruktur : Perbaikan rumah rusak, jalan, jembatan, dan fasilitas umum lainnya agar aktivitas masyarakat kembali normal.
Kesehatan : Memastikan layanan kesehatan di daerah terdampak berjalan, termasuk penanganan trauma dan pencegahan penyakit pasca bencana.
Pendidikan : Pemulihan sarana sekolah dan memastikan anak-anak terdampak dapat kembali belajar dengan aman dan layak.

Baca juga  Yayasan Syarif Hidayatullah Laporkan Dugaan Hilangnya Dua Mobil ke Polres Tangsel

“Dengan jumlah 99.214 rumah yang rusak, ini menjadi pekerjaan besar kita bersama. Pemprov NTT berkomitmen untuk mempercepat proses pemulihan agar masyarakat bisa segera bangkit,” ujar salah satu pejabat dalam rapat tersebut.

Pemprov NTT menegaskan pemulihan tidak bisa dilakukan sendiri. Diperlukan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah kabupaten/kota, TNI, Polri, relawan, dan masyarakat.

Baca juga  Tekan Pengangguran Lulusan SMA/SMK, Kadin dan Pemkot Tangsel Sosialisasikan Program Magang Internasional ke Taiwan

Selain perbaikan fisik, pemerintah juga akan fokus pada pemulihan ekonomi warga agar bisa kembali mandiri.

Hingga saat ini tim teknis masih melakukan pendataan dan verifikasi di lapangan untuk memastikan bantuan tepat sasaran.

(Afri cundul/Tim)