BERITACOM – Lamba Leda,NTT— Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi PVMBG Badan Geologi Kementerian ESDM menaikkan status aktivitas Gunungapi Anak Ranakah di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, dari Level I Normal menjadi Level II Waspada.
Keputusan itu mulai berlaku pada Senin, 1 September 2026 pukul 23.00 WITA, sebagaimana diumumkan melalui situs resmi geologi.esdm.go.id.
Kepala PVMBG menyatakan kenaikan status dilakukan setelah mencermati peningkatan aktivitas kegempaan gunung tersebut dalam dua pekan terakhir, khususnya pasca Gempa Flores M 7,7 pada 15 Agustus 2026.
Ribuan Gempa Tercatat dalam Sebulan
Berdasarkan data pemantauan 1–31 Agustus 2026, PVMBG mencatat 367 kali Gempa Vulkanik Dalam, 3.272 kali Gempa Tektonik Lokal, 2.776 kali Gempa Tektonik Jauh, serta 218 kali Gempa Terasa dengan skala MMI II–VII.
Tren peningkatan berlanjut hingga 1 September 2026 pukul 18.30 WITA dengan 94 kali Gempa Vulkanik Dalam, 144 kali Gempa Tektonik Lokal, dan 85 kali Gempa Tektonik Jauh.
“Kemunculan Gempa Vulkanik Dalam yang terus meningkat mengindikasikan adanya proses peretakan batuan akibat suplai magma dari kedalaman yang mengubah tekanan pada tubuh Gunung Anak Ranakah,” demikian keterangan tertulis PVMBG.
Energi seismik yang diukur dengan metode RSAM juga menunjukkan peningkatan signifikan sejak 15 Agustus, sempat menurun di akhir Agustus, dan kembali naik pada 1 September.
Visual Relatif Tenang, Zona Bahaya Ditetapkan
Secara visual, belum teramati asap kawah dari puncak Anak Ranakah. Pemantauan dengan UAV pada 25 Agustus dan 1 September menunjukkan aktivitas solfatara di sisi barat kubah lava sempat lebih tebal pada 25 Agustus, lalu menipis pada 1 September. Kubah lava juga tidak menunjukkan perubahan signifikan, meski terjadi longsoran pada 18 dan 20 Agustus yang dipicu gempa terasa.
Dengan status Waspada, PVMBG menghimbau
Masyarakat, tidak melakukan aktivitas di dalam radius 1 km dari pusat aktivitas Gunung Anak Ranakah.
Pemerintah daerah dan BPBD Kabupaten Manggarai agar berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Anak Ranakah di Desa Waerii, Kecamatan Waerii, serta dengan PVMBG di Bandung.
PVMBG menegaskan status Waspada bukan berarti erupsi akan segera terjadi. Status ini merupakan peringatan dini bahwa potensi ancaman telah meningkat dan diperlukan kesiapsiagaan.
Hingga saat ini pemantauan terhadap Gunung Anak Ranakah terus dilakukan secara intensif oleh petugas di Pos PGA Waerii
(Afrianus)





Tinggalkan Balasan