BERITACOM – Manggarai timur – Kerusakan crossway Waemusur di Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur, memaksa warga tiga desa menyewa jasa angkut motor hingga Rp 200 ribu sekali jalan. Kondisi itu disorot langsung anggota DPRD Manggarai Timur Fraksi Demokrat bersama Ketua DPC Demokrat Manggarai Timur, Lucius Modo.

Dalam kunjungan ke lokasi, Kamis, Lucius Modo melihat warga masih mengandalkan jembatan darurat dari papan untuk menyeberang. Crossway permanen yang menjadi akses utama kini tidak bisa dilalui kendaraan.

Baca juga  Haji Asep Wijaya Resmi Daftarkan Diri sebagai Calon Kepala Desa Karangmulya

“Ini soal hajat hidup orang banyak. Tiga desa menggantungkan akses di sini. Negara tidak boleh absen,” kata Lucius di lokasi.

Ia menyebut mahalnya biaya angkut telah memberatkan warga, terutama petani dan pelajar. Aktivitas ekonomi dan akses ke layanan dasar juga terhambat.

Anggota DPRD Fraksi Demokrat yang turut hadir berjanji membawa persoalan ini ke rapat dewan. Mereka mendesak Dinas PUPR Manggarai Timur segera melakukan perbaikan permanen dan menyiapkan anggaran darurat.

Baca juga  UNSIKA Resmi Buka PKKMB 2026, 4.167 Mahasiswa Baru Didorong Menjadi Pelopor Transformasi Berkelanjutan

Warga berharap pemerintah segera turun tangan. Selama ini crossway Waemusur menjadi penghubung vital di Kecamatan [nama kecamatan] menuju pusat kota dan pasar.

Kerusakan diduga dipicu luapan sungai dan minimnya perawatan infrastruktur. Hingga berita ini ditulis, belum ada kepastian kapan perbaikan dimulai. (Afrianus)